$value) { if (strpos($param, 'color_') === 0) { google_append_color($google_ad_url, $param); } else if (strpos($param, 'url') === 0) { $google_scheme = ($GLOBALS['google']['https'] == 'on') ? 'https://' : 'http://'; google_append_url($google_ad_url, $param, $google_scheme . $GLOBALS['google'][$param]); } else { google_append_globals($google_ad_url, $param); } } return $google_ad_url; } $google_ad_handle = @fopen(google_get_ad_url(), 'r'); if ($google_ad_handle) { while (!feof($google_ad_handle)) { echo fread($google_ad_handle, 8192); } fclose($google_ad_handle); } ?>

Sabtu, 29 Oktober 2011

SEJARAH TERBENTUKNYA DESA PAGAR ALAM





Diceritakan bahwa nenek moyang (kepuyangan) Pagar Alam berasal dari Pasemah Pagar Alam Yang sengaja merantau untuk mencari kebun yang baru. Dahulunya dusun Pagar Alam berada di Muara Air Kelam kemudian mengalami perpindahan sampai 4 kali, yaitu:
·         Ke Desa Pelajaran (pinggir Air Kelam)
·         Ke Desa Penantian,
·         Ke Desa Lawang Agung
·          setelah itu pindah lagi ke Tanjung Limus (Pagar Alam sekarang)
Desa Pagar Alam memiliki 3 kepuyangan yaitu:
·         Puyang  Kedum
·         Senarum (Pangeran)
·         Raden Layangan
Diceritakan sekilas oleh nara sumber bahwa Puyang Kedum memiliki kesaktian yaitu bisa terbang ke pasemah, hal ini dikisahkan semasa anak beliau mau menikah gong atau canang untuk menikahkan itu tidak ada jadi dengan kesaktian beliau pergi mengambilnya ke Pasemah dan sampai sebelum acara pernikahan dimulai.
Desa Pagar Alam dulunya bernama dusun Tanjung Limus, sebab dinamakan Tanjung Limus karena disitu dulunya terdapat pohon limus (ambacang) yang letaknya di penanjungan dusun.
Pada tahun 1912 dengan petunjuk dari seorang tokoh masyarakat yang bernama Dul Bantan maka dirubahlah dusun Tanjung Limus menjadi Desa Pagar Alam. Dinamakan Pagar Alam karena atas petunjuk dari puyang ketunggalan Pasemah untuk membawa nama Pagar Alam ke daerah yang mereka tempati.
                                                        
                                  Nara Sumber: Burdani Sten

 SUMBER INFO DARI: http://sejarahpadangguci.blogspot.com

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
© 2011 Apriansa | Padang Guci