Kamis, 03 Desember 2009

Anggaran Dana Nihil Disnakertrans Ngutang

Berkat ngutang akhirnya dinas ini bisa melayani permintaan CPNS yang mengajukan permohonan kartu kuning. Bahkan jumlah blangko yang disiapkan melebihi jumlah CPNS yang lulus.

”Kita ngutang di percetakan. Karena untuk memperoleg blangko ini kita mesan dulu dengan percetakan. Kita siapkan 500 blangko, sedangkan yang habis nanti kurang dari 400 lembar,” ujar Mursalin kepada RB.

Selain mengaku berhutang Mursalin juga mengaku kecewa sikap legislatif periode 2004-2009 yang telah mencoret anggaran untuk pengadaan blangko kartu kuning. Menurut Mursalin kartu kuning wajib disediakan setiap saat.

Walaupun tidak musim CPNS, permintaan kartu kuning ini tetap ada. Jika tidak ada stock, praktis pegawai akan kebingungan saat ada permintaan. Ke depan diharapkan anggaran untuk blangko kartu kuning ini tidak lagi dicoret.

”Tahun ini kita terpaksa mengandalkan sisa tahun 2008 lalu yakni sebanyak 500 lembar. Tapi itu semua sudah ludes. Sebab beberapa bulan terakhir kebutuhan kartu kuning cukup banyak,’’ tambah Mursalin.

Mursalin pun mengakui demi melayani masyarakat yang menginginkan kartu kuning, pihaknya rela berhutang. Namun harapannya kejadian seperti ini tidak perlu terulang lagi.

Sumber RB


Pengawas Sekolah Diaktifkan Lagi

Dulu pengawas sekolah atau sering disebut penilik sekolah itu ada dan sangat aktif. Tapi dalam beberapa tahun belakangan ini kurang aktif. Untuk itu Diknas Kaur akan mengaktifkan kembali pengawas sekolah untuk meningkatkan prestasi pendidikan di Kaur, ungkap Kadis Diknas Kaur Harsisman SPd.

Dengan diaktifkannya kembali peran pengawas sekolah, kita berharap proses pembelajaran bisa lebih optimal, sehingga pada UN dan UASBN 2010 hasil yang kita capai bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya, lanjutnya menerangkan.

Selanjutnya terang Harsisman, tingkat kelulusan UN 2010 diharapkan dapat lebih baik dari tahun 2009. Kelulusan UN SMA/MA 2009 mencapai 93 persen, diharapkan tahun depan dapat meningkat menjadi 100 persen. Namun semuanya tergantung dengan proses belajar mengajar yang dilakukan. Untuk itu perlu adanya perencanaan yang matang, jelasnya

Di sisi lain, berbagai persiapan di sekolah telah nampak dilakukan untuk menghadapi UN yang akan digelar Maret 2010 mendatang. Beberapa diantaranya meminta pihak sekolah lebih mempersiapkan siswa kelas VI SD dan III SMP, MTS, SMA, MA dan SMK, dengan memberikan tambahan waktu belajar.

Saya juga sudah minta pada pihak sekolah segera menyampaikan kisi-kisi soal pada sekolah sehingga bisa dijadikan bahan latihan oleh para siswa, dan juga para wali murid untuk mengawasi anak-anaknya yang akan mengikuti UN untuk mengarahkan mereka untuk giat belajar di rumah dan mengurangi intensitas bermain, katanya.

Sumber BE


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
© 2011 Apriansa | Padang Guci