$value) { if (strpos($param, 'color_') === 0) { google_append_color($google_ad_url, $param); } else if (strpos($param, 'url') === 0) { $google_scheme = ($GLOBALS['google']['https'] == 'on') ? 'https://' : 'http://'; google_append_url($google_ad_url, $param, $google_scheme . $GLOBALS['google'][$param]); } else { google_append_globals($google_ad_url, $param); } } return $google_ad_url; } $google_ad_handle = @fopen(google_get_ad_url(), 'r'); if ($google_ad_handle) { while (!feof($google_ad_handle)) { echo fread($google_ad_handle, 8192); } fclose($google_ad_handle); } ?>

Senin, 17 November 2014

Rafflesia arnoldiii Padang Guci Mekar 60 cm

Tidak bisa dipungkiri lagi kawasan hutan Sakaian Mayan dan Sungai Pebangkulan desa Manau Sembilan Padang Guci Hulu  merupakan habitat Rafflesia di Kabupaten Kaur. Terbukti pada sejak awal Februari 2014 sampai November 2014, KPPGPPL telah mencatat 23 bunga yang Rafflesia mekar silih berganti di dalam kawasan ini.

Misalnya, bulan November tahun ini Rafflesia arnoldii sudah tiga kali mekar. Posisi ke tiga bunga Rafflesia yang mekar pun sangat unik,  yakni menempel di tanaman Inang yang melilit diketinggian pohon.

Tanggal 16 November 2014 Rafflesia arnoldii kembali mekar  di hutan Kawasan Sakaian Mayan desa Manau Sembilan Padang Guci Hulu Kab. Kaur dengan diameter bunga  60 cm. Dan ini merupakan bunga Rafflesia ke 23 yang mekar di Kawasan Hutan Padang Guci Hulu tercatat oleh KPPGPPL.
Selain posisi bunga mekar yang sangat unik, untuk mencapai ke lokasi ini kita disungguhi pemandang alam yang sangat indah. Diantaranya, Sungai Padang Guci Hulu yang kerap didatangi muda-mudi untuk mandi, Sungai Cawang Kidau dengan aliran arus yang cukup deras juga merupakan sungai tempat mandi pengunjung sehabis menyaksikan keunikan Puspa Langka dunia ini, Air Terjun Sakaian Mayan merupakan Pintu Masuk ke lokasi habitat Rafflesia arnoldii di hutan kawasan Sakaian mayan sering didatangi pengunjung untuk sekedar berfoto-foto sebelum memasuki lokasi habitat, dan hamparan sawah yang luas milik penduduk yang sangat memanjakan mata saat hendak berkunjung ke lokasi habitat Rafflesia Padang Guci Kaupaten Kaur.

Minggu, 16 November 2014

Satu Kuntum Rafflesia arnoldii kembali mekar harini

Satu Kuntum Rafflesia arnoldii kembali mekar harini (16 November 2014 ) di hutan Kawasan Sakaian Mayan desa Manau Sembilan Kec. Padang Guci Hulu Kab. Kaur Prov. Bengkulu, dengan diameter bunga 60 cm.

Di lokasi saat ini menyisakan 12 bonggol/calon bunga rafflesia arnoldii, 2 diantaranya sudah berukuran besar diperkirakan akan mekar pada Desember mendatang.

Salam Lestari | Salam Rimbawan | Bengkulu The Land Of Rafflesia

Selasa, 04 November 2014

Prinsip Pegelolaan Konservasi

Secara umum pengelolaan kawasan konservasi meliputi: (1) Pengelolaan landskap, (2) Pengunjung, dan (3) Populasi Rafflesia. 

Pengelolaan landskap pada intinya berusaha menyerap tekanan penduduk pada saat sama menghindari kepunahan jenis yang kita lindungi dengan melalui teknik zoning.   Sistim zoning terdiri zone inti, transisi, penyangga, dan produktif.   Zone inti terdiri dari kawasan dimana dijumpai koloni kuncup Rafflesia.  Di zone inti, campur tangan manusia dibuat sangat minim, sehingga kumunitas tumbuhan dan lingkungan Rafflesia terjaga.  Zone transisi merupakan kawasan yang melingkupi kawasan zone inti. Di dalam zone ini campur tangan manusia sudah mulai sedikit lebih intensif, dan pemanfaatan terbatas kawasan diperbolehkan.   Bentuk agroforestry dengan menjaga struktur dan komunitas tumbuhan semirip mungkin dengan zone inti merupakan alternatif yang baik dalam pengelolaan zone ini.  Zone penyangga melingkupi  ke dua zone terdahulu, dan campur tangan manusia lebih intensif, dan pemanfaatkan yang lebih luas diperbolehkan.  Agroforestry masih merupakan pilihan yang baik pada pengelolaan zone ini.  Perbedaannya dengan sistim agroforestry yang pertama adalah komposisi tanaman perkebunan atau pertanian lebih dominan.  Zone komersial merupakan zone terluar dan meliputi ke tiga zone terdahulu.   Zone ini memberikan leluasa bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan.  Sistim zoning diharapkan akan membebaskan tekanan ekologi dan ekonomi bagi Rafflesia. Sistim zoning ini sangat cocok bagi Rafflesia di lahan penduduk atau kawasan hutan yang berdekatan dengan pemukiman.

Managemen pengunjung ditujukan untuk meminimalkan efek negatif terhadap populasi Rafflesia,pada saat yang sama memaksimalkan manfaat ekonomi pengunjung terhadap kesejahteraan masyarakat sekitarnya.  Dalam konteks ini, menentukan Rafflesia sebagai satu-satunya objek wisata di kawasan tertentu adalah tindakan yang kurang tepat.  Rafflesia harus dipandang sebagai flagspecies, objek utama, yang harus dimanfaatkan untuk mengangkat objek lainnya di sekitarnyasebagai objek wisata lingkungan atau ekoturisme. Objek lainnya dapat berupa pemandangan alam, tempat bersejarah, agrowisata (kebun Durian atau Jeruk), atau wisata kuliner (makanan khas). Dengan demikian tersusunlah rencana pengelolaan Rafflesia yang terpadu. Pengaruh yang paling besar dari perencanaan yang  terpadu adalah lamanya tinggal, banyaknya pengeluaran oleh wisatawan, dan banyaknya stakeholder yang terlibat.  Dampak yang diharapkan dari hal tersebut di atas adalah  peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga meningkatkan kesadaran pentingnyaRafflesia.
                                                                            
Di dalam kawasan Rafflesia, pengelolaan pengunjung ditujukan mengurangi dampak negatif pengunjung sedikit mungkin terhadap kuncup dan bunga.  Oleh karena itu dibutuhkan petunjuk standart operasional yang jelas.  Aturan dasar masuk kawasanRafflesia dapat berupa antara lain: (1) Jangan masuk kawasan sendirian dan harus dengan pemandu wisata (guide) setempat, (2) Selalu berjalan di dalam jalan setapak yang telah tersedia, (3) Hanya satu rombongan (5 pengunjung) di dekat lokasi Rafflesiadan tiap rombongan harus bergiliran untuk melihat, (4)  Hati-hati melangkah, kemungkinan anda menginjak kuncup yang kecil, (6) Jangan merusak dan mengambil tumbuhan, (7) Jangan membuang sampah di dalam kawasan, dan (8) Hormati budaya setempat.   Petunjuk standart operasional mensyaratkan design kawasan yang terperinci.  Design ini dibuat dengan memperhatikan arah inang dan masing-masing kuncup Rafflesia, rencana jalan setapak sehingga mengurangi resiko kuncup terinjak oleh pengunjung.
Source By : Sofian Ramadhan (KPPL) Bengkulu

Rafflesia arnoldii Kembali Mekar di Padang Guci Kaur Bengkulu

Lagi- lagi satu Rafflesia arnoldii mekar diameter 80 cm di kawasan hutan Sakaian Mayan desa Manau Sembilan Kec. Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur ( 2 November 2104 ). Keunikan bunga langka ini akan bisa dinikmati hingga 7 hari kedepan.
                                                                  
Di lokasi terdapat satu bonggol/calon bunga Rafflesia arnoldii sudah membuka kelopaknya, diperkirakan akan mekar pada tanggal 4 November 2014.
Dengan demikian ada 22 bunga Rafflesia  mekar di kawasan hutan Padang Guci Kab. Kaur  terpantau Oleh Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka dari Februari hingga November  tahun 2014. 

SALAM LESTARI ! SALAM RIMBAWAN ! BENGKULU THE LAND OF RAFFLESIA !

Jumat, 24 Oktober 2014

Info terkini Bunga Rafflesia

Info Terkini :
KOMPALA - 2 Bonggol/Calon bunga Rafflesia arnoldii siap mekar di hutan Sakaian Mayan Padang Guci Hulu Kab. Kaur | 2 bonggol ini diperkirakan akan mekar sempurna pada tanggal 27/28 Oktober 2014 mendatang | Ada kemungkinan 2 bonggol ini mekar secara bersamaan.

Salam Lestari | Salam Rimbawan | Bengkulu The Land Of Rafflesia
                                             

Rabu, 22 Oktober 2014

Rafflesia bengkuluensis Mekar Sempurna Diameter 60 Centimeter di Padang Guci Kaur

Rafflesia bengkuluensis mekar sempurna pada hari Sabtu, 04 Oktober 2014  di hutan kawasan Sakaian Mayan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur dengan diameter bunga 60 cm. Keunikan Puspa langka ini akan bisa dinikmanti hingga 6 hari kedepan.
                                                                 
Rafflesia jenis bengkuluensis ini berada di jarak 15 meter dari habitat Rafflesia arnoldii. Terlihat satu bonggol sebesar bola kasti berada didekat ( jarak 1 meter ) bunga yang mekar ini. Menarik untuk disaksikan karena 1 lokasi terdapat 2 jenis Rafflesia.

Sementara itu di lokasi habitat Rafflesia arnoldii, saat ini terdapat 16 bonggol atau calon bunga Rafflesia. Tiga diantaranya diperkirakan mekar pada akhir Oktober mendatang.

Pada lokasi berbeda dalam kawasan hutan Sungai Penangkulan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur atau tepatnya sebelah timur dari hutan kawasan Sakaian Mayan berjarak berkisar 500 meter, terdapat 14 bonggol Rafflesia jenis bengkuluensis.

Ayooo Berkunjung !!
SALAM LESTARI !!! SALAM RIMBAWAN !!
Bengkulu The Land Of Rafflesia !!

Hutan Tropis Padang Huci Hulu Layak Menjadi Kawasan Konservasi Rafflesia

Kawasan hutan tropis yang selain masih asri menyimpan kekhasan yang bernilai sangat tinggi, daerah yang ditumbuhi flora langka dunia yaitu Rafflesia jenis bengkuluensis dan Rafflesia jenis arnoldii. Diantaranya Rafflesia bengkuluensis merupakan jenis baru dari Indonesia. Jenis ini terbilang langka sejak didiskripsikan oleh Agus Susatya bersama dua rekannya dari Malaysia (Arianto, et Mat-Salleh) di desa Talang tais Kabupaten Kaur pada tahun 2005 silam. Jenis ini memakai epithat “Bengkuluensis” untuk menghormati Bengkulu sebagai lokasi pertama kali jenis ini didiskripsikan. Kawasan ini berada di desa Manau Sembilan Padang Guci Hulu terletak sekitar 200 kilometer di selatan ibu kota Provinsi Bengkulu, 60 kilometer dari kota Manna Bengkulu Selatan, dan sekitar 50 kilometer di utara kota Bintuhan Kabupaten Kaur yang secara adminsitratif merupakan wilayah di Kabupaten Kaur.
                                                         
Seajak Februari hingga Oktober 2014 tercatat oleh Komunitas Pemuda Padang Guci Peduli Puspa Langka, sebanyak 21 kuncup rafflesia mekar dalam kawasan ini, tiga diantaranya diremukan telah membangkai, dan saat ini di lokasi tercatat 16 bonggol/calon bunga rafflesia jenis arnoldii dan 15 bonggol rafflesia jenis bengkuluensis
Namun sangat disayangkan banyaknya bunga rafflesia yang mekar di hutan ini tidak dikelola dengan baik. di lokasi belum memiliki ruang informasi konservasi puspa langka dimana bangunan sederhana ini sangat penting untuk pusat informasi dan tempat berkumpul maupun beristirahat para pengunjung yang ingin melihat puspa langka Bengkulu. padahal dari sudut frekuensi bunga mekar, dan aksesibilitas yang mudah dicapai, bunga ini sangat berpotensi sebagai salah satu daya tarik yang kuat untuk pengembangan ekonomi masyarakat melalui ekoturisme. Ditambah lagi Hutan yang masih sangat asri dan terbilang cukup eksrim tentu akan menambah sense petualangan bagi yang berjiwa petualang dan bagi mereka yang mencintai alam bebas.

Minggu, 03 Agustus 2014

sejarah Padang Guci

sejarah Padang Guci

Sejarah awal berdirinya Padang Guci
Pendiri Padang guci yaitu Puyang Kedum yang juga terkenal dengan Raje Mendare, dia salah seorang diantara raja-raja dari kerajaan sriwijaya,dalam suatu peristiwa beliau berlari/mendare ke sebuah bukit yang akhirnya bukit tersebut dikenal dengan nama Bukit Mendare, dari bukit mendare beliau turun ke Daerah Tangge manik, beliau mendirikan sebuah dusun yang bernama Suro Mekah.

Nama Puyang Kedum diambil dari Kata Makhdum, beliau juga dikenal dengan Puyang bejebai karena beliau mempunyai jenggot yang panjang, Puyang Kedum adalah seorang ulama besar, dari dusun Suro Mekah inila sejarah Padang guci dimulai...... 

Selasa, 15 Juli 2014

Android application

Satu aplikasi buat semua, sowload aplikasi hp andoid anda satu untuk semua.cara install lihat gambar dowload klik disini
http://www.appsgeyser.com/1086805

Senin, 30 Juni 2014

Orang kreatif

Banyak orang kreatif yang bisa dapat duit dari mana saja, tapi yang satu ini sangat brilian! http://apriansa.readthisstory.net/id-2012056

Senin, 09 Juni 2014

BUNGA RAFFLESIA ARNOLDII

Lagi lagi pemuda padang guci menemukan bunga RAFFLESIA Jenis ARNOLDII, Bunga Rafflesia ARNOLRII ini ditmukan di kawasan hutan Air kuning Bukit Puguk PADANG GUCI Kabupaten Kaur. Bunga Rafflesia ARNOLDII yang di temukan di kawasan air kunibg bukit puguk, sanagat unik karena tumbuh di batang pohon, Biasanya Bunga Rafflesia ditemukan tumbuh di atas tanah tapi yang ditemukan tim Kompala kalai ini jarang terjadi karena bunga tersebut tumbuh diats Pohon.Sumber kompala ( komunitas padabg guci peduli pusapa langaka)

Rabu, 28 Mei 2014

Easy money

$50.00 FREE when you sign up
$3.00 (each) for your FIRST 5 REFERRALS and then $1.00 (each) thereafter
Contests with HUGE CASH and CORPORATE STOCK BONUSES
NO EMAILS to receive and read, and NO CLUTTER added to your inbox
You READ advertisements in your COMORPH ACCOUNT and get credit there
LOG IN whenever you want TO EARN
(after 30 days of inactivity, you are set to inactive)

JOIN NOW HERE

What do you have to do?
READ the advertisements and EARN money.
PAYOUTS can be requested at any time
(Once you meet any one of the following criteria)
$10.00 EARNED from reading advertisements plus 2 REFERRALS
$11.00 EARNED from reading advertisements plus 1 REFERRAL
$12.00 EARNED from reading advertisements plus NO REFERRALS
REFERRALS ARE NOT MANDATORY
We pay on the first of every month (When you have qualified)
using PAYPAL or by Corporate check.
payout requests can be made as long as you meet the criteria up above.

Wat you waiting for join us now here

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
© 2011 Apriansa | Padang Guci